NEW YORK, JEJAK HUKUM - Mary L. Trump, keponakan Presiden AS Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pamannya yang dinilai memicu eskalasi konflik bersenjata dengan Iran. Kemarahan Mary memuncak setelah beredar foto memilukan dari Minab, Iran, yang memperlihatkan deretan kuburan massal 165 siswi sekolah dasar tewas akibat serangan rudal yang dikaitkan dengan operasi militer Israel-AS.
Melalui akun media sosial X, Mary membagikan foto tersebut dengan komentar tajam, "Saya menantang siapa pun untuk membenarkan ini." Dalam blog pribadinya, ia menuduh perang itu dilancarkan tanpa landasan hukum dan hanya akan menelan korban jiwa tak terhitung serta menguras miliaran dolar. Menurutnya, reputasi internasional AS juga semakin hancur di mata sekutu.
Mary juga memperingatkan potensi konflik lepas kendali karena dimulai tanpa perhitungan matang. Ia menyindir prioritas Trump yang tidak sensitif, "Pria bejat itu malah mengoceh tentang tirai emas dan ruang dansa senilai 400 juta dolar."
Sebagai psikolog dan penulis, Mary dikenal sebagai pengkritik vokal dari dalam keluarga Trump. Sebelumnya, ia juga menyoroti kematian aktivis konservatif Charlie Kirk, menuding retorika Trump dan Partai Republik memicu kekerasan politik. Pernyataan terbarunya kembali memicu perdebatan luas di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. (Red)
