• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Misterius: Pabrik Senjata Nuklir Rahasia Israel Yang Tidak Pernah Bisa Diinspeksi Dunia

    Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T12:58:21Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG, JEJAK HUKUM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan ini disebut-sebut bertujuan untuk melumpuhkan program nuklir Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.


    Namun, di tengah gencarnya tudingan terhadap ambisi nuklir Teheran, perhatian dunia justru kembali tertuju pada program nuklir Israel yang selama ini menjadi misteri. Meskipun tidak pernah diakui secara resmi, para pakar meyakini Israel memiliki program senjata nuklir yang terus berkembang. Israel hanya menggunakan retorika diplomatis dengan menyatakan tidak akan menjadi negara pertama yang "memperkenalkan" senjata nuklir di Timur Tengah.


    Fasilitas Nuklir Rahasia di Dimona

    Dikutip dari The New York Times, Pusat pengembangan senjata nuklir Israel diyakini berada di Dimona, sebuah fasilitas yang telah lama menjadi sorotan namun tetap tertutup bagi komunitas internasional. Inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak pernah diizinkan masuk, dan tidak ada kesepakatan pemantauan dengan PBB.


    Pada 1960-an, sejumlah ilmuwan Amerika Serikat sempat mengunjungi Dimona dan menyimpulkan bahwa program tersebut bersifat damai. Namun, setelah itu tidak ada lagi kunjungan resmi dari pihak AS. Dalam beberapa tahun terakhir, citra satelit menunjukkan aktivitas pembangunan baru di kawasan tersebut, yang diduga merupakan bagian dari modernisasi fasilitas untuk memproduksi plutonium.


    Laporan dari Stockholm International Peace Research Institute bahkan menyebut Israel kemungkinan sedang meningkatkan situs reaktornya. Pada 2018, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sempat menggunakan Dimona sebagai latar belakang dalam sebuah pidato yang berisi peringatan kepada musuh-musuh Israel.


    Kekuatan Nuklir Israel

    Menurut Pusat Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi, Israel diperkirakan memiliki setidaknya 90 hulu ledak nuklir, dengan jumlah bahan fisil yang cukup untuk memproduksi ratusan hulu ledak tambahan. Meskipun termasuk negara dengan persenjataan nuklir terkecil kedua setelah Korea Utara, Israel memiliki kemampuan peluncuran yang canggih melalui jet tempur, kapal selam, dan rudal balistik darat.


    Berbeda dengan Iran yang menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT), Israel adalah salah satu dari lima negara yang menolak perjanjian tersebut.


    Sejarah Program Nuklir Israel

    Upaya Israel membangun senjata nuklir dimulai segera setelah negara itu berdiri pada 1948. Komisi Energi Atom Israel didirikan pada 1952 dengan ketua pertama Ernst David Bergmann, yang menyatakan bahwa bom nuklir akan memastikan Israel tidak lagi "digiring seperti domba ke tempat penyembelihan."


    Pembangunan fasilitas Dimona dimulai pada 1958. Laporan intelijen AS yang dideklasifikasi pada 1960 menyebutkan bahwa proyek tersebut mencakup pabrik pengolahan plutonium yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir. Sekitar 1967, Israel diam-diam telah mampu memproduksi bahan peledak nuklir, dan pada 1973, AS yakin Israel telah memiliki senjata nuklir, dilansir dari laman seranbinews,com (7/3). 


    Uji Coba dan Penggunaan

    Meskipun tidak pernah diakui, Israel diduga pernah mempersiapkan bom nuklirnya selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan 1973, tetapi tidak digunakan. Selama 50 tahun terakhir, beberapa laporan menyebutkan uji coba nuklir bawah tanah, termasuk insiden Vela pada September 1979, ketika satelit AS menangkap kilatan ganda di Samudra Atlantik Selatan. Insiden itu diduga terkait uji coba nuklir Israel atau Afrika Selatan, meskipun Israel membantahnya.


    Buku harian mantan Presiden Jimmy Carter yang terbit pada 2010 menyebutkan keyakinan saat itu bahwa Israel terlibat, namun hingga kini dokumen terkait masih dirahasiakan. (Red)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+