• Jelajahi

    AlekSafriGROUP © JEJAK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    JEJAK HUKUM

    Selamat Berkunjung - Media Online - JEJAKHUKUM.COM - Akurat ,Tegas Dan Terpercaya

    Dunia Geram! Video Aktivis Bantuan Kemanusiaan Diikat dan Disujudkan Israel Viral, Kecaman Mengalir Deras

    Jumat, 22 Mei 2026, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T03:35:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    TEL AVIV, JEJAK HUKUM – Gelombang kecaman internasional mengarah kepada Israel setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan dari konvoi bantuan Global Sumud Flotilla. Dalam rekaman tersebut, puluhan aktivis tak bersenjata terlihat diikat tangannya dan dipaksa menempelkan dahi ke tanah oleh penjaga bersenjata Israel di sebuah fasilitas yang diduga berada di area pelabuhan Israel.


    Video itu memicu kemarahan sejumlah negara, yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia. Dilansir dari Aljazeera, beberapa pemerintah bahkan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.



    Italia mengambil langkah tegas. Perdana Menteri Giorgia Meloni bersama Menteri Luar Negeri Antonio Tajani mengecam keras video tersebut dan menyebutnya "tidak dapat diterima". Pemerintah Italia kemudian memanggil duta besar Israel dengan alasan tindakan yang dinilai tidak menghormati martabat manusia serta membahayakan keselamatan warga negara Italia yang ditahan.


    Prancis juga bertindak. Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot menyatakan tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima, dan telah meminta agar duta besar Israel dipanggil untuk memberikan penjelasan. Paris menegaskan keselamatan warga negara Prancis menjadi prioritas utama dan meminta para aktivis segera dibebaskan.



    Belanda menyampaikan protes serius. Perdana Menteri Rob Jetten mengatakan duta besar Israel telah dipanggil. Menteri Luar Negeri Tom Berendsen bahkan menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan yang mengejutkan dan tidak dapat diterima. Pemerintah Belanda juga telah menyampaikan protes langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dan menuntut pembebasan para relawan secepat mungkin.


    Selandia Baru turut menyampaikan protes diplomatik. Menteri Luar Negeri Winston Peters mengatakan duta besar Israel akan dipanggil guna menyampaikan "keprihatinan serius" atas perlakuan terhadap para aktivis bantuan yang ditahan.



    Kanada dan Belgia juga menyatakan akan memanggil utusan Israel untuk menyampaikan protes resmi. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebut perlakuan terhadap warga sipil di armada kemanusiaan itu sebagai tindakan keji yang tidak bisa dibenarkan. Ottawa menegaskan perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus dijunjung dalam kondisi apa pun.


    Australia, melalui Menteri Luar Negeri Penny Wong, mengutuk tindakan yang merendahkan martabat manusia dan memastikan duta besar Israel telah dipanggil.


    Selain negara-negara tersebut, Spanyol, Polandia, Jerman, Yunani, Siprus, Inggris Raya, Irlandia, Korea Selatan, Portugal, Amerika Serikat, Qatar, dan Turki turut menyuarakan kecaman. Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Burhanettin Duran, mengecam keras intervensi Israel terhadap armada kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza. Ia menyebut tindakan verbal maupun fisik terhadap warga sipil menunjukkan pengabaian Israel terhadap hukum internasional dan nilai kemanusiaan.



    Kecaman juga datang dari internal pemerintah Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar secara terbuka menegur Ben-Gvir atas unggahan tersebut. Netanyahu menyatakan perlakuan terhadap para aktivis tidak mencerminkan nilai-nilai Israel dan meminta agar para relawan segera dideportasi. Sementara itu, Sa’ar menilai tindakan Ben-Gvir telah merusak citra diplomatik Israel di mata dunia internasional, seperti dilansir dari laman TRT News (21/5).


    Insiden ini terjadi setelah armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat pasukan Israel saat berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan dan menentang blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. (Red)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya

    Terimakasih Telah Berkunjung Di JEJAK HUKUM - Akurat Tegas Dan Terpercaya ?&max-results=10'>+